Kisah Sedih…!! Seorang Ayah Gali Kuburan Dan Ajak Anaknya Berlatih Mati..!!

Rasa putus asa dialami oleh sepasang orangtua yang melihat anaknya tersiksa karena penyakit.

Mereka telah mengorbankan segalanya, mulai dari tenaga hingga hartanya pun terkuras.

Pasangan suami istri asal Provinsi Sinchuan, China ini putus asa dengan kondisi kesehatan putrinya yang baru berusia 2 tahun ini yang tak kunjung sembuh.

Dikutip dari Mirror.com, mereka sudah mengeluarkan uang sebesar Rp 188 juta untuk perawatan anaknya.

Kini uangnya pun sudah tak tersisa.

Berbagai upaya sudah dan terus dilakukan untuk kesembuhan, tetapi sakit yang diderita putrinya tak kunjung baik dan bahkan bertambah parah.

karen sudah tak tahu lagi apa yang harus dilakukan, ayahnya pun melakukan hal yang tak diduga.

Ia mengajak anak balitanya, Zhang Xin Lei ke sebuah kuburan.

Kuburan tersebut memang sudah ia persiapkan bila anaknya meninggal suatu saat.

Kondisi anaknya memang sudah sekarat karena penyakit yang dideritanya, yakni kelainan darah.

Penyakit itu telah ia derita sejak ia masih berusia 2 bulan.

Setelah menyadari tidak ada lagi yang bisa dia lakukan, ayahnya Zhang Liyong, yang luluh lantak, memutuskan satu-satunya pilihannya adalah mempersiapkan anaknya menghadapi kematian.

“Saya hanya boleh mengemukakan idea untuk menjemputnya bermain di tempat ini,” kata Liyong sambil menunjuk kepada kubur yang telah disediakan untuk anak lelakinya.

“Di sinilah dia akan berehat dengan damai. Apa yang boleh saya lakukan ialah menemaninya setiap hari, “kata Liyong, seorang petani yang tinggal berhampiran bandar Neijiang, Sichuan.

Liyong terletak di kubur sambil memeluk anak perempuannya ketika ibunya hamil, duduk di sebelahnya.

Keluarga telah meminjam wang dari kawan, tetapi tawaran bantuan kewangan kini telah habis.

Setelah diperiksa, ternyata kanak-kanak kecil itu didiagnosis menderita thalassemia, penyakit kelainan darah yang disebabkan oleh faktor genetik dan menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah (hemoglobin) tidak berfungsi secara normal.

Untuk keadaannya, Zhang mesti secara rutin melakukan pemindahan darah supaya dapat terus hidup.

Tanpa pemantauan yang ketat dan penyelenggaraan rutin boleh menyebabkan kerosakan organ yang serius dan boleh mengancam nyawa.

Dalam temuramah emosi, ibunya, Deng Min, menangis dan berkata, “Kami telah ditekan. Tidak ada pilihan lain. ”

 

Sumber ; viralbanget